#DearViny: Balada Menunggu dan Ditunggu

Standard

#DearViny adalah kategori khusus untuk setiap post di blog ini yang ditulis dan ditujukan untuk dibaca Viny.

Surat pertama untuk Viny, berjudul Dear, Viny. bisa dilihat di sini. Postingan awal yang memulai tagar #DearViny di blog ini ada di sini.

==============================================

Dear, Viny.

Ga semua hal itu berjalan dengan lancar dan baik. Ada yang membahagiakan, tapi ada juga momen di mana kamu merasa sedih, kecewa, lelah.

 

Inget kata-kata itu? Itu yang kamu bilang di sini.

Kemarin, sebelum tidur, randomlyI listened to it. Entah kenapa, ada setumpuk sesuatu yang rasanya bikin aku tersekat. Maksudku….

semua orang pernah ngerasain hari di mana segalanya menjadi begitu menyedihkan, kan?


Hari ini, aku baru buka draft di blog. Sebenernya udah nyiapin #DearViny ini dari lama. Tulisannya udah separo.

Tentang penolakan.

Sedih banget ya kesannya? Wkwkw. Yah, pokoknya tadinya di halaman ini, aku udah nulis pengalaman yang menyedihkan gitu rasanya.

Mulai dari nungguin dosen berjam-jam, nungguin revisian skripsi, sampai janji ketemuan sama mas pacar jadi batal padahal kita mau nonton Detective Conan T^T (ehehehe).

But I didn’t post it. Aku memilih untuk menyimpan halaman itu di draft, dan berusaha menghadapi semuanya.

Aku tunggu sampai dosenku datang.

Aku tunggu sampai skripsiku siap direvisi setelah sebulan disimpen dosen.

Aku tunggu sampai mas pacar balik setelah diculik temen-temennya main seharian.

Dan akhirnya?

I got what I want.


 

Malem tadi, aku mau nge-post #DearViny, waktu tiba-tiba kamu nge-post #BlogViny. Ada kutipan kamu yang aku suka banget di sana:

Ya memang seperti itu, semakin terasa realistis semakin kita tidak puas akan sesuatu. Padahal itulah kenyataan.

Menunggu itu sangat realistis. Orang yang sedang kita tunggu mungkin punya alasannya sendiri. Alasan logis, nyatanya. 

Tapi kita akan selalu beranggapan menunggu itu menyebalkan. Iya, kan?

(Eh ini ga bermaksud nyindir kamu karena kita udah nungguin postingan blog terbarumu kok! HAHAHAHA :p)

Pada akhirnya, menunggu itu membuahkan hasil kok! Ngerasain ga?

Ibaratnya, kita punya novel terbaru yang kita ikutin. Tapi sayangnya, kita lupa bawa waktu mau flight ke suatu kota, jadi ga bisa baca :p

Lama. Kecewa. Sedih. 

Tapi pada waktunya, novel itu bisa di ada di tangan kita dan menyihir kita masuk ke dalamnya.

Bukankah itu yang dimisalkan pada perumpamaan ‘senang setelah sedih’?


Ngebaca blog kamu yg ini, jadi tau kalau sebuah novel pun bisa menunggu untuk dibaca.

Semoga novel-novel lain pun akan dapat gilirannya ya, Ratu!

Sedangkan aku, sudah ditunggu bab 1 sampai bab 5 skripsi untuk revisian….

Bye!

 

– ri –

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s