#DearViny: Don’t. Look. Back.

Standard

#DearViny adalah kategori khusus untuk setiap post di blog ini yang ditulis dan ditujukan untuk dibaca Viny.

Surat pertama untuk Viny, berjudul Dear, Viny. bisa dilihat di sini. Postingan awal yang memulai tagar #DearViny di blog ini ada di sini.

==============================================

Dear, Viny.

It’s been a very long time!!!

Salahku. Totally salahku karena memutuskan jarang nulis di sini, eh ternyata bener-bener jarang. Yang paling kuingat dari projek #DearViny adalah pertemuan kita di JCM, Jogja yang aku tulis di sini. Selesai acara aku menulis satu cerita, lalu satu lagi cerita berikutnya, dan tahu-tahu blog ini mati suri.

Maaf.

So, let’s start it over again, shall we?


“Jangan berbalik, lebih majulah dari kemarin. 

Tak ada impian di belakang, don’t look back! Go ahead!”

Bulan Oktober kemaren aku mulai handle 4 buku sekaligus untuk diterbitkan kisaran bulan November-Desember. Di saat bersamaan, I was here in the office along with my worst feeling towards almost everything. Banyak hal yang rasanya salah di kantor, mulai dari pekerjaan sampai ke partner kerja.

Masa-masa down yang berakhir pada segelas Chacha Milk Tea dan telinga teman baik itu rasanya…..menyenangkan. Tadinya aku berpikir untuk langsung berbalik saat itu juga, tapi untung saja, aku tidak jadi se-coward itu.

Aku harap kamu melakukan hal yang sama.

WhatsApp Image 2017-11-07 at 16.51.43


“Jangan berbalik, walau selangkah, ayo melangkah.

Tinggalkan dirimu yang kemarin, hang in there! Never give up, buddy!”

Pertama kali mendengar selentingan kabar tentangmu, aku terkejut. Penurunanmu ke tingkat trainee tentu merupakan “kejutan” bagi pendukungmu di luar sana, termasuk aku.

Baru-baru ini, aku menemukan padanan kata move on paling sesuai di bahasa Indonesia: “beranjak”. Sounds cool, eh? Pada saat yang sama, aku mengingat kesedihanku yang baru saja aku sebutkan. Rupanya, hatiku berkonspirasi: mungkin ini sudah saat aku “beranjak”.

Tidakkah kamu berpikir hal yang sama perlu kamu dan kita lakukan?

8588769917_f26304869d_b


“Ini memang bukan jalan yang mudah, semua orang juga pasti ingin menyerah. Tapi jika ini mimpi yang dipilih, kerahkanlah seluruh jiwa dan raga!”

Aku yang seorang editor dan kamu yang seorang idol. Semuanya terlihat menyenangkan, bahkan sepertinya tak mungkin bermasalah. Tapi masa-masa susah itu sangat nyata, bukan? Keinginan untuk menyerah sepertinya sering kali muncul, bahkan aku pernah diam-diam menyusun surat resign!

Tapi kalau kita duduk dan berpikir sekali lagi, tidakkah semuanya terasa konyol? Sejak awal, aku-lah yang mengisi formulir pekerjaan itu, sama seperti kamu mengisi formulir untuk audisi. Kita-lah yang memilih jalan ini, kita-lah yang menginginkan jalan ini.

Sebenarnya, semuanya masih terserah pada kita. Padaku, sebagai editor. Padamu, sebagai idol.

Sejak bulan lalu, aku memutuskan terus berjuang saja. Semoga kamu pun masih terus begitu.

videovinysemeru


“Terpukul jatuh sekalipun, ayo bangkit kembali. Rentangkan tangan meraih mimpi, selama kita masih bernyawa.”

Dear Viny,

Aku tidak bermaksud menulis kata-kata motivasi di post ini, tapi aku rasa sedikit sharing tak akan menyakitimu.

Aku pernah terjatuh dengan kasar dari atas motor, dua kali. Perban yang sekarang menempel di lututmu pernah pula serupa dengan lututku, walaupun mungkin sakit yang kamu rasa lebih pekat daripadaku. Tapi, perlu kamu tahu, saat kamu terpukul jatuh ataupun literally terpukul sampai jatuh, kamu selalu bisa berdiri. Perhatikan sekitar, ada tangan-tangan yang terulur.

Jangan pedulikan mereka yang melipat lengan; kamu selalu akan bisa berdiri. 

viny

 


Ratu Vienny Fitrilya,

Semuanya akan baik-baik saja.

 

 

Selalu di belakangmu,

Ri (dan seluruh pendukungmu)

Advertisements